Saturday, 21 April 2012

MASUK ISLAM KARENA MUMI FIR'AUN





♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥



Seorang doktor bedah  yang berasal dari Prancis


telah mengisytihar dirinya masuk Islam, disebabkan oleh Mumia Fir'aun



Professor Maurice Bucaille adalah seorang doktor pakar bedah terkemuka di 



dunia yang berasal dari Prancis. Ia mempunyai cerita yang sangat



menakjubkan. Ia menjelaskan sebab-musabab dirinya meninggalkan agama 


Kristian Katolik yang telah di anutnya bertahun-tahun, kemudian menyatakan 

dirinya memeluk agama Islam. 


Setelah menyelesaikan pembelajaran peringkat 



menengah, ia menetepkan untuk mengambil jurusan kedoktoran pada sebuah 



Universiti di Perancis. Beliau merupakan salah seorang dari mahasiswa yang



berprestasi dan cemerlang hingga akhir tahun, kerana kecerdasan dan keahlian yang dimilikinya, dia kemudian



menjadi seorang doktor terkenal di Perancis.  
Perancis adalah negara yang terkenal dengan menjaga dan

mementingkan barang-barang peninggalan kuno dibandingkan dengan negara yang lainnya, terutama pada masa

kepemimpinan Fransu Metron tahun 1981. Pada tahun itu, Perancis meminta keizinan kepada Mesir agar mereka

diberikan kesempatan untuk memeriksa dan meneliti mumia Fir'aunnya yang terkenal. Sebuah mumia yang tak asing

dikalangan orang-orang Islam. Fir'aun ini adalah orang yang ditenggelamkan Allah dilaut merah, tatkala melakukan 

pengejaran terhadap nabi Musa AS. Permintaan Perancis ditanggapi oleh Mesir dengan mengizinkan Perancis untuk 

mengadakan penelitian. Mumia Fir'aun dipindahkan dengan menggunakan pesawat terbang. Setibanya di Perancis, 

kedatangan mumia tersebut disambut oleh Persiden Franso Metron beserta para menterinya seolah-olah dia masih 

hidup. Mumia tersebut kemudian dipindahkan ke pusat barang-barang kuno milik Perancis untuk diserahkan kepada 

para ilmuwan dan doktor bedah, supaya mereka dapat mempelajari rahasia yang terkandung dari mumi tersebut, dan 

Profesor Professor Maurice Bucaille bertindak sebagai ketua penyelidikan .

Semua ahli penyelidik bertugas untuk meneliti, memperbaiki tulang-tulang yang sudah rosak dan anggota tubuh yang 

lainnya. Berbeza dengan apa yang dilakukan oleh Professor Maurice Bucaille, ia justeru menyelidiki tentang rahsia 

kematian Fir'aun. Pada suatu malam, ia memperoleh hasil penelitiannya; bahwa terdapat bekas garam yang menampal  

melekat pada mayat mumia, sehingga dapat ia jadikan sebuah bukti yang nyata bahwa Fir'aun mati kerana tenggelam

dan mayatnya dapat di selamatkan, kemudian diawetkan pada saat kejadian.

Dari hasil penelitiannya, timbul beberapa pertanyaan yang susah untuk ia dapatkan jawabannya yaitu bagaimana mayat 

Fir'aun dapat diselamatkan, dan anggota tubuhnya masih tetap utuh, sedangkan kondisi mayat-mayat yang lainnya 

setelah diawetkan tidak seperti dirinya? Namun sebelum ia selesai membuat kesimpulan, salah seorang temannya 

berbisik kepadanya dengan berkata: "Jangan terburu-buru seperti itu, karena orang-orang Islam telah mengetahui 

tentang hal ini." Mendengar pernyataan dari temannya itu, ia menolak keras atas pernyataan tersebut. Ia berkata: 

"Penemuan seperti ini tidak mungkin dilakukan kecuali ada dukungan sains dan teknologi canggih". Salah seorang 

temannya yang lain menanggapinya seraya berkata: "Al-Quran merekalah yang telah menceritakan kematiannya dan 

bagaimana jasadnya di selamatkan dari tenggelam." Mendengar penjelasan temannya itu, Bakay kebingungan dan 

bertanya-tanya bagaimana hal ini bisa terjadi? Sedangkan mumi ini sendiri baru ditemukan pada tahun 1898 atau 

kurang lebih baru dua ratus tahun yang lalu, sedangkan Al-Quran mereka sudah ada semenjak lebih dari seribu empat 

ratus tahun....!!!

Bagaimana akal manusia dapat mengetahuinya, padahal semua manusia -bukan hannya orang-orang Arab- belum ada 

yang mampu mengetahui bagaimana peradaban orang-orang Mesir di masa lampau dan bagaimana caranya mereka 

mengawetkan mayat, kecuali pada masa sepuluh tahun yang lalu?

Maurice duduk termenung di dekat mumi Fir'aun tersebut sambil memikirkan tentang bisikan yang telah ia dengar 

dari temannya; bahwasanya Al-Quran telah menceritakan kejadian itu, padahal kitab sucinya hanya menceritakan 

tentang tenggelamnya Fir'aun akan tetapi di dalamnya tidak di jelaskan tentang keadaannya sesudah tenggelam. Ia pun 

bergumam dalam kesendiriannya: "Masuk akalkah bahwa jasad yang ada di depanku ini adalah Fir'aun Mesir yang 

telah mengusir Nabi Musa? Benarkah kalau Nabinya orang muslim yang bernama Muhammad itu sudah mengetahui 

tentang hal ini sejak 1400 tahun yang silam?

Berbagai pertanyaan yang belum sempat terjawab, membuat Professor Maurice tidak dapat tidur disetiap malam. Ia 

kemudian mengambil Kitab Taurat dan membacanya, sampai pada sebuah kalimat yang mengatakan: "Kemudian air 

itupun kembali pada keadaan sedia kala, kemudian air laut itupun menenggelamkan perahu-perahu beserta Fir'aun dan 

bala tentaranya, hingga tidak tersisa satupun diantara mereka."

Setelah menyelesaikan penelitian dan perbaikan, maka mumi tersebut kemudian di kembalikan ke Mesir dengan 

menggunakan peti yang terbuat dari kaca nan elok, kerana menurutnya itu lebih pantas untuk orang yang 


berkedudukan seperti Fir'aun. Akan tetapi Bakay masih dalam keadaan belum puas dengan berita yang di dengarnya, 



bahwa orang-orang Islam telah mengetahui keselamatan mumia ini. Ia pun lalu berkemas untuk berkunjung ke Saudi 



Arabia guna menghadiri seminar kedokteran yang akan dihadiri para pakar bedah muslim.


Dalam pidatonya, Professor Maurice memulai pembicaraan tentang hasil penyelidikannya bahwa jasad Fir'aun dapat 



diselamatkan setelah tenggelam, kemudian salah seorang diantara pakar muslim berdiri dan membuka serta 



membacakan mushaf pada Surat Yunus Ayat 92 yang artinya: "Pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu 



dapat dijadikan pelajaran bagi orang-orang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-



tanda kekuasaan kami." 
Professor Maurice Bucaille terheran-heran dengan penjelasan yang baru saja ia dengar, ia 

lalu beranjak dari tempat duduknya dan dengan suara lantang ia berkata: "Pada hari ini; aku menyatakan diri untuk 

memeluk agama Islam dan aku mengimani Al-Quran ini".

Setelah selesai seminar Professor Maurice Bucaille lalu kembali ke Perancis dengan wajah yang berbeza dari wajah 

sebelum ia datang menghadiri seminar. Selama sepuluh tahun ia tidak mempunyai pekerjaan yang lain, selaian 

mempelajari tentang sejauh mana keserasian dan kesinambungan Al-Quran dengan sains, serta perbedaan yang 

bertolak belakang dengannya. Namun apa yang ia dapati selalu berakhir sebagaimana Firman Allah SWT: "Yang tidak 

datang kepada Al-Quran kebatilan baik dari belakang maupun dari depannya, yang diturunkan dari Tuhan yang Maha 

Bijaksana lagi terpuji" (Q.S: Fush Shilat-43).

Dari hasil penyelidikan yang bertahun-tahun, ia kemudian menulis sebuah buku tentang kesinambungan Al-Quran 

dengan sains yang mampu mengguncangkan Eropah. Sehingga ketika para pakar-pakar dan para ilmuwan barat 

berusaha untuk mendebatnya, mereka tidak mampu.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...